Sabtu, 11 Mei 2013

5 Hari raya bagi orang beriman menurut seorang Alim ulama Al-Imam Anas ibn Malik.


Segala puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, tuhan semesta Alam. Sholawat serta salam tak lupa dan akan selalu tercurah kepada junjungan kita, Suri tauladan kita, Baginda Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang insya Allah kita termasuk umatnya yang istiqomah dijalannya hingga akhir zaman

Berbicara tentang "Hari Raya" bagi umat islam, yang biasanya dikenal adalah ada 3 Hari Raya, yang pertama adalah pada Hari Jum'at, yang Kedua Hari Raya Idul Adha, dan yang Ketiga adalah Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan menurut Al-Imam Anas bin Malik, ada 5 lagi Hari raya untuk orang-orang mukmin, orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Diantaranya adalah :

1. Ketika seorang muslim melewati harinya dengan fitrah/bersih, yakni ia melewati harinya tanpa dosa dan melewati harinya dengan amal Ibadah karena ikhlas dan mengharap Ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pada hakikatnya ini mungkin jarang terjadi, karena dikalangan umat islam saat ini sangat susah untuk tidak berbuat dosa 1 hari saja, karena banyak dari hal-hal kecil yang tidak diperhatikan, contoh kecil saja misalnya tidak menjawab salam. Tetapi, pasti ada orang yang melewati satu harinya dengan fitrah, ia terhindar dari godaan-godaan syetan yang terkutuk, dan karna keimanannya kepada Allah, ia selalu mengutamakan amal ibadahnya. Apabila seseorang itu mampu melewati harinya tanpa dosa, maka ia telah menemukan "Hari Raya" nya.

2. Ketika seorang muslim menghadapi sakaratul maut dan meninggal dunia dalam keadaan Islam, Syahadat, dan diberikan oleh Allah Taufiqul Istiqomah, yakni terhindar dari tipu daya syetan. Pada saat sesorang menghadapi sakaratul maut, godaan dari Syetan itu sangatlah luar biasa, setan menggoda agar manusia meninggal dunia dalam keadaan yang buruk (Su'ul Khotimah). Tetapi ketika sesorang kuat keimanannya, selama di dunia bertaqwa kepada Allah, dan selalu menjaga kualitas ibadahnya, maka insya Allah, Allah akan menjaga dan melindungi dirinya. Pada saat sesorang meninggal dunia, didalam kubur sudah menunggu 2 Malaikat yang akan meng-introgasi kita, yaitu malaikat Munkar dan Nakir. Kedua malaikat ini duduk berhadapan, dan orang yang meninggal itu ada ditengah-tengahnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam pernah mengatakan bahwa Suara Malaikat Munkar dan Nakir ketika bertanya, adalah ibarat suara petir yang menyambar, matanya hitam, dan suaranya sangat menggelegar. Tapi ketika sesorang yang menghadapinya adalah orang yang semasa hidupnya didunia selalu beribadah kepada Allah, beriman dan bertaqwa, maka semua itu akan dihilangkan. Itulah kenapa seorang muslim tidak bisa hanya mengaku dirinya sebagai seorang islam, tetapi tidak menjalankan hidupnya sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan hadist. Tanah yang kita pijaki ini pun sebenarnya berbicara, tetapi karna perbedaan alam kita tidak dapat mendengarnya. Tanah berkata "Wahai Manusia, sesungguhnya aku adalah tempat tinggal yang gelap", dan "Wahai manusia, aku adalah tempat dimana binatang-binatang dan ulat menggeragoti jasad Manusia yang sering berbuat dosa semasa hidupnya didunia". Sama halnya dengan Malaikat, kita tidak dapat melihat malaikat karna kita berada dialam yang Fana, sedangkan malaikat berada dalam dunia yang Baqo'. Karna apabila Allah bukakan hijab antara Manusia dengan Malaikat, maka Manusia tidak akan ada yang berani untuk menentang ketentuan Allah dan Rasulnya, karna kehidupannya selalu diawasi Malaikat. Akan tetapi ketika Seseorang mampu melewati itu semua, yaitu orang yang diberikan oleh Allah Taufiqul Istiqomah, Menghadapi sakaratul maut dan meninggal dunia dalam keadaan fitrah dan Khusnul Khotimah, maka ia telah menemukan Hari id/Raya nya.

3. Yang ketiga adalah ketika Seorang muslim melintasi Sirathal Mustaqim dengan berbekal amalan yang banyak selama didunia, dengan pahala yang berlipat ganda, dan dengan Ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala, yakni orang tersebut melintas mulus dan masuk kedalam Syurga-Nya Allah. Padahal pada saat melintasi Sirath Al-Mustaqim, Malaikat Zabaniyah yang berjumlah 19 menunggu orang-orang yang akan dimasukan kedalam Neraka, dan tangan-tangan musuh (Orang-orang yang juga pernah hidup didunia, yang kita mempunyai banyak kesalahan padanya, dan bisa saja orang-orang tersebut adalah teman kita didunia, tetapi kita tidak tau bahwa bisa saja tangan orang-orang tersebut menjadi musuh di Akhirat yang akan menjebloskan kita kedalam Api Neraka) yang menarik-narik kita agar gagal melintasinya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam menggambarkan bahwa panjang/lamanya Sirathal Mustaqim adalah sama dengan 3.000 tahun didunia. Tetapi ketika Seorang muslim mampu melewatinya dengan Ridho Allah, maka ia telah menemukan Hari Raya nya.

4. Yang keempat, yaitu ketika Seorang muslim masuk kedalam Syurga-Nya Allah Subhanahu wa Ta'ala, yakni terhindar dan terlindung dari Neraka Jahannam, maka itulah, ia telah menemukan Hari Id nya.

5. Dan yang terakhir adalah, Ketika seorang muslim bertemu dengan Tuhannya, yaitu ketika diperkenankan Ruh ini bertemu dengan dzat-Nya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semua umat insya Allah pasti akan merasakan, dan ketika Ruh ini mampu melihat dzat Yang Maha Besar, melihat keagungan Allah, maka ia telah menemukan hari Id/Raya nya.

Wallahu a'lam Bishowab...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar