KEBERANIAN MANUSIA
Sejatinya,
dalam diri setiap manusia terdapat keberanian. Bahkan, hanya berfikir untuk
menjadi berani terhadap sesuatu pun merupakan sebuah keberanian. Terkecuali
mereka yang sudah tidak memiliki keberanian untuk hidup. Ya sudah, mati saja.
Keberanian
untuk menghadapi keadaan apapun merupakan suatu modal utama dalam mencapai
suksesnya kehidupan. Karena setiap insan yang hidup, pasti mendambakan
kesuksesan. Berkenaan dengan hal tersebut, El-Bantanie (melalui Pangalila,
2008:9) menyatakan pendapatnya sebagai berikut.
“Berani mencoba yaitu melangkah tanpa
ragu untuk menemukan jalan keluar di setiap tembok halangan dalam menapaki
tebing kesuksesan. Karena air mata tidak akan menghapus dukamu, berharap tidak
akan membuatmu sukses, hanya keberanian yang bisa membawamu ke sana”.
Selain itu,
Clara Ng berpendapat bahwa berani mencoba adalah langkah awal menuju
kesuksesan. Untuk memulai semua itu tentunya harus menghilangkan rasa gugup
dengan mengingat mimpi yang ingin dicapai. Karena walaupun gagal, setidaknya
itu lebih baik daripada tidak pernah mencoba samasekali.[1]
Munculnya sifat berani dalam diri manusia tergantung
bagaimana manusia itu merealisasikan keberaniannya. Tentunya terdapat perbedaan
diantaranya. Entah itu hanya berfikir untuk menjadi berani, merasa berani, atau
sebuah keberanian yang sudah menghasilkan tindakan. Nancy Loewen mengatakan,
“Merasa berani dan bersikap berani tidak selalu sama, terutama saat kamu harus
mengenakan kacamata baru atau mengangkat tangan di kelas.”
Kemudian, kapan kita harus berani ? Mufasa mengatakan bahwa
berani itu adalah ketika situasi dan kondisi mengharuskan kita untuk berani.
Karena bukan berarti kita harus selalu berani dalam hal apapun. Maka, ada
saatnya kita harus merasa takut.
Keberanian menghadapi rintangan dan halangan juga tidak
dalam segala hal. Keberanian ada hanya ketika benar-benar dibutuhkan dan harus
dimunculkan. Misalnya, berani itu bukan berarti berani mencari masalah. Karena
jika mencari masalah, itu hanya akan menambah rintangan yang dapat menghalangi
jalan menuju kesuksesan.[2]
1Clara Ng. Langkah
Sejuta Suluh. (Jakarta: Gramedia. 2014), Hal.89
2The
Lion King. Dir. Rob Minkoff and Roger
Allers. Perf. Mufasa. Walt Disney Feature Animation, 1994.