Kamis, 21 Juli 2016

KEBERANIAN MANUSIA

            Sejatinya, dalam diri setiap manusia terdapat keberanian. Bahkan, hanya berfikir untuk menjadi berani terhadap sesuatu pun merupakan sebuah keberanian. Terkecuali mereka yang sudah tidak memiliki keberanian untuk hidup. Ya sudah, mati saja.

            Keberanian untuk menghadapi keadaan apapun merupakan suatu modal utama dalam mencapai suksesnya kehidupan. Karena setiap insan yang hidup, pasti mendambakan kesuksesan. Berkenaan dengan hal tersebut, El-Bantanie (melalui Pangalila, 2008:9) menyatakan pendapatnya sebagai berikut.

“Berani mencoba yaitu melangkah tanpa ragu untuk menemukan jalan keluar di setiap tembok halangan dalam menapaki tebing kesuksesan. Karena air mata tidak akan menghapus dukamu, berharap tidak akan membuatmu sukses, hanya keberanian yang bisa membawamu ke sana”.
            Selain itu, Clara Ng berpendapat bahwa berani mencoba adalah langkah awal menuju kesuksesan. Untuk memulai semua itu tentunya harus menghilangkan rasa gugup dengan mengingat mimpi yang ingin dicapai. Karena walaupun gagal, setidaknya itu lebih baik daripada tidak pernah mencoba samasekali.[1]

Munculnya sifat berani dalam diri manusia tergantung bagaimana manusia itu merealisasikan keberaniannya. Tentunya terdapat perbedaan diantaranya. Entah itu hanya berfikir untuk menjadi berani, merasa berani, atau sebuah keberanian yang sudah menghasilkan tindakan. Nancy Loewen mengatakan, “Merasa berani dan bersikap berani tidak selalu sama, terutama saat kamu harus mengenakan kacamata baru atau mengangkat tangan di kelas.”

Kemudian, kapan kita harus berani ? Mufasa mengatakan bahwa berani itu adalah ketika situasi dan kondisi mengharuskan kita untuk berani. Karena bukan berarti kita harus selalu berani dalam hal apapun. Maka, ada saatnya kita harus merasa takut.

Keberanian menghadapi rintangan dan halangan juga tidak dalam segala hal. Keberanian ada hanya ketika benar-benar dibutuhkan dan harus dimunculkan. Misalnya, berani itu bukan berarti berani mencari masalah. Karena jika mencari masalah, itu hanya akan menambah rintangan yang dapat menghalangi jalan menuju kesuksesan.[2]

 


1Clara Ng. Langkah Sejuta Suluh. (Jakarta: Gramedia. 2014), Hal.89

2The Lion King. Dir. Rob Minkoff and Roger Allers. Perf. Mufasa. Walt Disney Feature Animation, 1994.